Welcome

Sarang Nicuap dibuka untuk umum. Apapun yang anda lakukan di sini tidak akan dipungut biaya apapun. Kecuali akses internet pastinya! Enjoy Reading!! :)

Kemana Perginya Minat Baca itu?

Hai readers budiman dan budiwoman..
Bagaimana long weekend kalian?
Pasti asyik ya.. Berkumpul dengan keluarga dan orang-orang tersayang, liburan, melakukan hal-hal yang menyenangkan, dsb.
Adakah yang seperti aku? Terjebak diantara setumpuk tugas di pojokan kamar kost yang sepi?
Hiks kedengerannya miris banget ya..

Tapi sebenernya enggak miris-miris amat kok. Soalnya aku menikmati proses ini. Aku mengerjakan tugas dengan ikhlas sambil  ngemil dan dengerin musik berfikir bahwa ini adalah perjuanganku untuk menggapai masa depan yang lebih baik. *tsaaaahhhh~

Selain itu aku nggak merasa miris karena ada 'makhlus halus' yang juga ikut menemaniku berjuang karena dia memang satu kapal denganku alias memiliki nasib yang sama. Dia adalah temen sekamarku, UPA. wkwkwk. Iya dia temen sekamar dan juga sekelasku. Bosen banget gak sih ketemu orang yang sama terus tiap hari? hihihi. Tapi aku gak bosen, soalnya berkat dia aku jadi bisa terhindar dari prasangka orang-orang yang ngirain aku gila karena aku suka nyanyi-nyanyi sendiri kayak orang stress di kamar. Mending suara bagus dan liriknya bener. hihihihi
Yah seenggaknya dengan adanya Upa, mereka bakal mikir aku gila gak sendirian. Hahahaha.

Permohonan Maaf untuk Bapak Profesor Marsigit

Hari ini adalah bagian dari busy-student-long-weekend-ku. Dari hari jumat sampai senin aku libur. Tapi bukan berarti aku bisa liburan. Karena dari hari Jumat hingga Minggu tadi aku dan teman sekamarku sama sekali tidak merasakan yang namanya liburan. Karena hari-hari libur kami benar-benar kami gunakan untuk menyelesaikan tugas kuliahku, salah satunya filsafat ilmu. Bayangkan saja 650an postingan filsafat harus kami komentari dalam satu semester. Sebenarnya bagiku sendiri filsafat adalah mata kuliah yang sangat menarik. Karena pembahasannya yang benar-benar membuka pikiran, mengubah mitos-mitos menjadi logos. Namun tetap saja membaca postingan bertema filsafat sebanyak itu dalam waktu singkat merupakan hal yang sangat-sangat berat. Karena aku tahu filsafat membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk memahaminya.

Mama, what should I do?

 

Mama, what should I do?
Your little girl is never going to get married.
She is broken. Her heart is broken.

Mama, what should I do?
Your little girl is going to live alone for the rest of her life.
She is hurt. Her heart is hurt.

Mama, what should I do?
Your little girl is going to hate men. Every men.
She is dying. Her heart is dying.

- NQA -

Test of Three

Source from here

 Pada zaman Yunani kuno, saat Socrates masih hidup, ada gossip bahwa muridnya, Plato, berselingkuh dengan istrinya. Konon, gossip dan rumor ini tidak mendapatkan kejelasan sampai saat ini.

Suatu hari, ada seorang kenalan mendatangi Socrates dengan penuh semangat  dan berkata: "Socrates, tahukah engkau apa yang aku dengar tentang salah seorang muridmu?"
"Tunggu sebentar" sela Socrates. "Sebelum kau menceritakanku, aku punya ujian yang harus kau lewati.  Aku menyebutnya 'The Test of Three'".
"Test of three?" tanya temannya.

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Pertemuan Kedelapan



Senin 31 Oktober 2016 adalah kali kedelapan saya dan kawan-kawan PM-B kuliah filsafat ilmu bertempat di ruang 1.13 Gedung Baru Pascasarjana pukul 15.30 - 17.10 WIB yang dihadiri oleh 22 mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Matematika kelas B dengan dosen pengampu Prof. Dr. Marsigit, MA. Berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, pada pertemuan kali ini beliau menyampaikan materi tentang sejarah filsafat dari awal sampai akhir zaman dengan metode ekpositori, beliau menulis di papan tulis kemudian menjelaskan maksud dari tulisan tersebut. Berikut penjelasan singkat tentang sejarah filsafat dari awal sampai akhir zaman.

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Pertemuan Ketujuh

Senin 24 Oktober 2016 adalah kali ketujuh saya dan kawan-kawan PM-B kuliah filsafat ilmu. Seperti biasa Pak Marsigit mengawali perkuliahan dengan meminta mahasiswa untuk mengatur bangku duduk melingkari Bapak Marsigit. Kemudian kami menjalani tes jawab singkat keenam dengan tema Kenapa Filsafat sebanyak 50 soal.
Setelah menginput nilai, kemudian perkuliahan dilanjutkan dengan sesi menjawab pertanyaan yang sudah dikumpulkan.
Pertanyaan pertama dari Saudara Sumbaji: Bagaimana cara membangun diri yang benar?

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Pertemuan Keenam


Senin 17 Oktober 2016 adalah kali keenam saya dan kawan-kawan PM-B kuliah filsafat ilmu. Seperti biasa Pak Marsigit mengawali perkuliahan dengan meminta mahasiswa untuk mengatur bangku duduk melingkari Bapak Marsigit. Kemudian kami menjalani tes jawab singkat kelima dengan tema Menembus Ruang dan Waktu 2 sebanyak 30 soal. Kali ini bukan lagi Nolisasi. Tetapi nilai saya tetep aja nilai jari. Hehehe.
Setelah menginput nilai, kemudian perkuliahan dilanjutkan dengan sesi menjawab pertanyaan yang sudah dikumpulkan.

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Pertemuan Kelima



Senin 10 Oktober 2016 adalah kali kelima saya dan kawan-kawan PM-B kuliah filsafat ilmu. Seperti biasa Pak Marsigit mengawali perkuliahan dengan meminta siswa untuk mengatur bangku duduk melingkari Bapak Marsigit. Kemudian kami menjalani tes jawab singkat keempat dengan tema Menembus Ruang dan Waktu sebanyak 50 soal. Lagi-lagi ini Nolisasi. Tetapi alhamdulillah saya tidak dapet nol karena kebetulan aja saya tulis jawaban yang bener. Hehehe.
Karena banyak yang dapet nilai nol lagi Pak Marsigit pun menjelaskan kepada kami tujuannya mengadakan Nolisasi lagi.
“Apa sih nilai 0 itu? Apa sih nilai jelek? Nilai jelek itu suka-suka, terserah saya, terserah guru, terserah pemerintah. Mau dikasi nilai terserah saja suka-suka. Itulah hebatnya subyek. Obyek itu tempatnya tertuduh. Ingin aku peragakan di sini bagaimana semena-menanya subyek bisa menuduh obyek.” Jadi terkuak sudah filosofi dari nolisasi hari ini adalah bentuk peragaan subyek yang menuduh obyek secara semena-mena, dimana Pak Marsigit sebagai dosen adalah Subyek dan kami mahasiswa adalah obyeknya.

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Pertemuan Keempat


Senin 3 Oktober 2016 adalah kali keempat saya dan kawan-kawan PM-B kuliah filsafat ilmu. Selesai menginput absen di komputer, Pak Marsigit menagih data pertanyaan-pertanyaan yang telah kami kumpulkan di ketua kelas kami, namun ketua kelas kami tidak membawanya. Kemudian Pak Marsigit menanyakan tema tes jawab singkat pertama dan kedua. Tes jawab singkat pertama tentang Hakikat Filsafat dan tes kedua tentang Ada dan Mungkin ada. 

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Pertemuan Ketiga



Senin 26 September 2016 adalah kali ketiga saya dan kawan-kawan PM-B kuliah filsafat ilmu. Seperti biasa Pak Marsigit mengawali perkuliahan dengan meminta siswa untuk mengatur bangku duduk melingkari Bapak Marsigit. Kemudian kami menjalani tes jawab singkat kedua dengan tema Ada dan Mungkin Ada sebanyak 32 soal. Dan tebak saya dapat nilai berapa kali ini? NOL! Yak NOL. Dan bukan hanya saya, tapi SELURUH MAHASISWA PM-B dapet NOL di tes kedua ini. Kata Pak Marsigit ini adalah NOLISASI untuk kami dengan tujuan untuk meluruhkan kesombongan kami. Hiks. Setelah pemeriksaan dan penginputan nilai, perkuliahan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.