Welcome

Sarang Nicuap dibuka untuk umum. Apapun yang anda lakukan di sini tidak akan dipungut biaya apapun. Kecuali akses internet pastinya! Enjoy Reading!! :)

Rabu

Racun Rindu

Aku rindu..
Pada suaranya..
Tatap matanya..
Lembut perhatiannya..
Tegas sikapnya..
Aku rindu..
Canda tawanya..
Bungkam rajuknya..
Murka angkaranya..
Aku rindu..
Jauh hadirnya..
Dekat adanya..
Aku rindu..
Dia..
.
Tapi yang kurindu..
Sudah menghilang di cakrawala..
Meninggalkanku dalam kegelapan yang penuh luka..
Pergi jauh ke seberang dunia..
Menjadi seseorang yang tak lagi sama..
Seseorang yang aku tak tahu siapa..
.
Aku berteriak pada luas lautan..
Aku tenggelam pada gelapnya malam..
Memanggil menyebut merapal namanya..
Bahkan merajuk merayu mendendangkan tembang kenangan..
.
Tapi kini jarak kami bukan hanya sekedar larutan..
Karena sang dunia turut memisahkan..
.
Dia sudah tak lagi sama..
Dan aku perlahan berubah terkikis luka..
.
Aku tak tahu bagaimana ia melewati masa..
Tapi metamorfosaku teramat menyiksa..
Merobek kepompong kebahagiaan semangat dan perasaanku tanpa jeda..
Aku terbalut dalam nestapa..
Nestapa racun rindu yang tak ada penawarnya..
.
Kemudian sekelebat cahaya menyeruak masuk ke dalam peraduanku...
Memberiku harap untuk sejenak..
Bahwa kau juga sedang terluka di sana..
Karena aku bisa bernafas lega..
Jika ternyata racun rindu ini turut menyiksamu.
.
Tapi sayang itu cahaya palsu.
Yang datang membuatku tertipu.
Karena nyatanya kau di sana baik-baik saja.
Berusaha merajut kisah lainnya.
.
Dan aku kembali terpuruk dalam kesendirianku.
Panas terbakar dingin membeku.
Jerit tercekat tangis tersedu.
Semua rasa menjadi pilu.
.
Entah untuk berapa lama waktu akan menghianatiku..
Yg kutahu aku berusaha menikmati metamorfosaku..
Mematikan segala rasa dan asa..
Membiarkan diriku hanyut dalam luka dan duka..
.
.
.
Jogja, 050617

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas komentar anda. :)