Welcome

Sarang Nicuap dibuka untuk umum. Apapun yang anda lakukan di sini tidak akan dipungut biaya apapun. Kecuali akses internet pastinya! Enjoy Reading!! :)

Minggu

Babak Baru

Assalamu'alaikum nicuapers!

Kali ni aku ngebognya bukan dari Lombok lagi. Karena sekarang aku sedang di Yogyakarta, tepatnya di daerah Kota Yogyakarta.
Aku ke sini bukan untuk jalan-jalan kok. Tapi menambah ilmu dan memperbaiki diri. Pasti pada heran yak, kok memperbaiki diri di Yogyakarta, di daerah Kotanya lagi. Kan Yogyakarta terkenal banget sama pergaulan bebasnya. Ups, maaf buat yang merasa tersinggung. Tapi beneran loh, semua orang yang aku kenal memang beranggapan Yogyakarta itu bebas.
Sepertinya ini efek negatif dari ramahnya kota Jogja. Karena menurutku, Jogja itu daerah teramah untuk para pendatang. Dari segi transportasinya yang lengkap, orang-orangnya yang ramah, akomodasi yang mudah, makanannya yang murah, dan sebagainya.
Sayangnya banyak orang yang menyalahgunakan kemudahan-kemudahan itu.


Mahasiswa yang kebanyakan baru pertama kali jauh dari orangtua, menganggap perantauannya ini sebagai kesempatan emas untuk merasakan kebebasan. Didukung oleh kost-kostan yang bebas dan lingkungan yang acuh tak acuh, tidak sedikit yang terlena menikmati kebebasan dengan cara yang salah.

Tapi alhamdulillah, ini bukan kali pertama aku merantau jadi aku sudah punya oengalam hidup di Kota Besar. Dan juga usia yang sudah dewasa ini membuatku banyak berpikir sebelum bertindak.
Jika dulu sewaktu SMA di Jakarta aku sering jalan-jalan gak ada guna sama temen-temen -nongkrong, nonton, makan-makan, shopping- maka sekarang ini aku banyak mempertimbangkan manfaat dari apa yang aku lakukan.
Padahal sewaktu SMA di Jakarta dulu aku sekolah di Pondok Pesantren, tapi karena usia yang masih labil dan rasa penasaran yang besar, aku selalu punya cara untuk keluar.
Sewaktu S1 pun begitu. Padahal aku tinggal dengan orangtua, tapi selalu ada cara untuk jalan-jalan, nongkrong, dan melakukan hal gak penting lainnya di luar sana.

Ya.. mungkin karena pengalaman-pengalaman yang sudah banyak aku lalui itulah, aku jadi tidak terlalu nafsu untuk menghabiskan waktuku di luar lagi untuk hal yang sia-sia. Selama di sini, gak sedikit teman-teman yang mengajakku untuk berpetualang mendatangi tempat-tempat wisata kota Jogja, nongkrong atau mencoba makanan di suatu tempat, atau sekedar menghabiskan waktu dengan jalan-jalan. Maaf, bukannya aku sombong menolak kalian, tapi dari awal niatku datang ke Jogja memang bukan untuk itu.

Berpetualang, mendatangi tempat baru, berkenalan dengan orang baru, merasakan makanan aneh-aneh, nongkrong kongkow-kongkow ketawa ketiwi sampai malam, itu sudah aku lalui saat masa SMA dan S1ku. Masa pencarian jati diri.

Sekarang aku memasuki babak baruku, masa S2. Masa yang dilalui oleh orang-orang dewasa. Yang membuatku sadar, bahwa aku sudah berumur 23 tahun. Umur yang sudah sangat jauh dari masa kekanakan.
Karena itu, bagiku, kali ini benar-benar merupakan babak baru untukku.
Untuk perubahanku.

Sebenarnya aku ini orang tipe petualang. Karena itu tidak mudah bagiku untuk menolak ajakan teman-temanku dan sekali lagi berpetualang di dalam kebebasan.
Tapi aku sengaja memilih kost yang memberlakukan jam malam dengan lingkungan kondusif dan islami. Jam 21.30 malam, gerbang dikunci rapat tanpa ada kunci serep dan tanpa bisa dipanjati. Waktu yang masih teramat pagi bagi mahasiswa di kota Jogja.
Banyak teman yang menyangsikan kemampuanku bertahan di kost ini, tapi InsyaAllah, niatku untuk berubah, membuka lembaran baru, menjadikan ini sebagai babak baru yang penuh dengan kenangan baik, akan aku pertahankan. Bismillaahirrohmaanirrohiim.

2 komentar:

  1. ke hutan imogirinya, cuoooo. tempatnya bagus! cokelat semua <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. listing! Makasii sarannya fhea.. ayoo kamu ke jogja juga yuk biar bisa meetup lagi :*

      Hapus

Terimakasih atas komentar anda. :)