Welcome

Sarang Nicuap dibuka untuk umum. Apapun yang anda lakukan di sini tidak akan dipungut biaya apapun. Kecuali akses internet pastinya! Enjoy Reading!! :)

Minggu

Paku di Pagar


 Pernah denger cerita "Paku di Pagar"??
Cerita ini sudah lama kubaca dan gak pernah aku lupain.
Aku lupa dulu bacanya di mana. Untungnya aku punya catatannya yang kebetulan banget kemarin lusa aku temukan di antara selipan buku-buku lamaku. Berhubung momentnya juga tepat, jadi aku share aja.


             Dahulu, ada seorang gadis kecil yang berwatak buruk. Ibu gadis itu memberinya sekantung paku dan memerintahkannya untuk menancapkan paku itu pada bagian belakang pagar setiap kali ia marah.
              
              Pada hari pertama, gadis kecil itu menancapkan 34 paku ke pagar. Namun beberapa minggu berikutnya - karena ia mulai bisa mengendalikan dirinya - jumlah paku yang ia tancapkan ke pagar semakin berkurang. Ia juga menyadari bahwa lebih mudah mengendalikan amarah daripada menancapkan paku ke pagar.

              Akhirnya, tibalah saat di mana gadis itu bisa menguasai dirinya dan tidak pernah marah lagi. Ia lalu menceritakan hal ini kepada ibunya. Ibunya menyarankan agar ia sekarang mencabut paku dari pagar setiap kali ia bisa menguasai amarahnya.

             Setelah lewat beberapa hari, gadis itu melapor kepada ibunya, bahwa paku-paku yang tertancap di pagar telah tercabut semua. Sang ibu kemudian menggandeng tangan anaknya ke pagar lalu berkata, "Kau sekarang telah berprilaku baik, Nak. Tapi lihatlah lubang-lubang di pagar itu, pagar itu tidak akan pernah sama seperti dulu lagi. Sewaktu kau marah-marah, kata-kata yang kau ucapkan kepada orang-orang menyebabkan persis seperti lubang-lubang di pagar ini."

             "Kau dapat menusukkan pisau ke tubuh seseorang lalu mencabutnya. Tak jadi masalah berapa banyak kau berkata: 'maafkan aku'. Tapi luka itu akan tetap ada di situ. Luka yang diakibatkan lisanmu sepedih luka tusukan itu. Dan luka itu tak akan hilang walau kau telah mengucapkan kata maaf"
--------------------------ooo----------------------------

Sesungguhnya, teman adalah mutiara yang sangat berharga. Mereka membuatmu tersenyum, mendorongmu agar sukses, mendengarkan keluh kesahmu, mengucapkan pujian untukmu, dan selalu berlapang dada terhadapmu.

Kau adalah sahabatku, dan aku merasa terhormat memiliki teman sepertimu. Tolong maafkan aku, bila aku pernah meninggalkan lubang di pagar hatimu. :)

Yah mungkin sudah pernah ada yang membaca cerita ini. Tapi aku sangat ingin membaginya, terutama untuk para sahabatku. Escpecially untuk sahabatku *#########*. Walau kita baru 3 tahun mengenal, tapi aku tahu, lisanmu memang terbiasa untuk berucap kata-kata seperti itu. Dan aku mencoba untuk mengerti. Aku tahu semua sisi burukmu, tapi pada tembok pun aku tak pernah mengungkapkannya.
Hanya satu yang ingin kukatakan padamu, semua tak bisa dibeli oleh uang.
Berbaik sangkalah pada semua orang. Aku menyayangimu sebagai sahabat dengan tulus. Maaf aku mungkin masih kurang mengerti tentangmu dan kurang bersabar menghadapimu.


Sebaik-baik sahabat di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya.
Dan sebaik-baik jiran (tetangga) di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap jirannya (tetannganya)
(H.R al-Hakim)

8 komentar:

  1. ceritanya menginsfirasi banget sobat,, oh ya trims sebelumnya sdh mengunjungi blog sy,, salamm sahabat, sxalian sy izin follownya ya

    BalasHapus
  2. Kalau meninggalkan lubang memang kadang susah untuk dimaafkan,karena biasanya setahu saya membekas dihati walaupun secara lisan bilang memaafkan
    Dah aku follow blog kamu,gantian follow back balik ya

    BalasHapus
  3. berlapang dada.. legowo kata wong jowo.. .sangat baik tuk memupuk sikap dan prilaku positif :)

    BalasHapus
  4. @al kahfi terimakasih kembali atas follownya..

    @andy sip sip :)

    @belajar photoshop iyya, lapang dada bikin hidup tentram.

    BalasHapus
  5. :)
    bagus tampilan blognya..
    ajarin buat kayak gini :D

    BalasHapus
  6. terimakasih, atas kunjungannya. Mohon doa dan dukungannya. Salam sukses

    BalasHapus
  7. @vina baca postinganku yang ini yaa http://nizwaayuni.blogspot.com/2011/11/aku-masih-belajar.html#comments

    @ban terimakasih kembali :) sukses selalu juga buat kamu.

    BalasHapus
  8. sedih banget ya ceritanya, tapi menginspirasi biar selalu hati2 kalau ngomong biar gak ninggalin lubang.

    kebetulan aku juga pernah sakit karena ada lubang di pagar hati yang sampai sekarang masih ada.

    BalasHapus

Terimakasih atas komentar anda. :)