Welcome

Sarang Nicuap dibuka untuk umum. Apapun yang anda lakukan di sini tidak akan dipungut biaya apapun. Kecuali akses internet pastinya! Enjoy Reading!! :)

Rabu

Hoorrayyy!!!

Senangnya hatikuu....turun panas demamku..kini aku bermain dengan riang... XD
#korban iklan buangett ini mahh#

sebenarnya hari selasa ini jadwal kuliahku di Unram paddheeett bangett..
Dari jam 7 pagi sampeeeee jam 2.40 siang. Etdah udah kayak sekolahan aja yaa?!Sekolah aja sampe jam 2.30.ckckck Scream

Tapi tapi, mau tahu ga apa yang buat aku senang hari ini??
Ooooo pastinya harus mau donk! Secara kisah hidup seorang NICUA ga boleh dilewatin! Walaupun itu cerita selepe seperti betapa besarnya upil yang berhasil aku dapatkan tadi siang.#isshhh kok jadi jorok getoo sihh?!! hayuk cepet cuci tangan cuci baju cuci piring dulu!!!#ahh sudah lupakan!

Yang bikin aku seneng hari ini adalahhhhh,,,
jreng jreng jreng jreng....
jreng jreng jreng jreng...
#dari belakang terdengar soundtrack mulai diputar. instrumen bellas lullaby. Dan para pembaca pun tertidur#
eettt ettttt,,, baca dulu donkk baru tidur!! kalo ga baca ntar mimpi buruk loh!!! #ngancem#



Aku tuh seneng banget karenaaaa....jadwal yang hari ini seharusnya padeeet semuanya kosong!!
KOSONG guysss!!!!!!!! Na-na-na-naNa-na-na-na

dan yang bikin aku sangat senang sekali adalah, yang seharusnya hari ini ada kuis kalkulus jadi pending. (semoga di CANCEL. AMIIN. #harap pembaca mengaminkan#)

Tau ga kenapa? Katanya siihh,, si dosen ada perlu di surabaya. #yahh pak.. Napa ga di Atlantis yang jauh aja sekalian# hohoho

Jadi jadi...seenggaknya aku masih bisa hidup normal karena kuisnya ditunda. :D

Sebenernya niat dari pagi pas tau jam pertama dan kedua kosong sihh pengennya langsung ke pantai. Mau mencoba PEDEKATE sama mas kalkulus. Nerd Tapi berhubung di kampus satuan aku ada jadwal and kebetulan di kampus satu kosong. Jadi dengan tegar harus kurelakan jam kosongku ini.

Maka berangkatlah aku ke kampus dua setelah berdiskusi tentang keinginanku hijrah jurusan sama sahabat ospekku. #untuk cerita lebih lanjut tunggu edisi mendatang#Jam 9.10-11.00 matkulnya adalah Akhlak Tasawuf.
Karena aku berangkat dari kampus satu jam 9.08, aku ambil gas seribu (baca: ngebbuuuttt)

Sampai di kampus dua, dengan watadosnya ( wajah tanpa dosa ) aku masuk dengan menggunakan jeans pensilku. Soalnyaaa, kampus dua ini kan lembaga Pendidikan Islam. Jadi ada sebuah UUK ( Undang-undang Kampus) yang melarang mahasiswinya untuk memakai jeans!! Apalagi berbentuk pensil, crayon, atopun kapur.

Tapiiiiii, yang namanya aturan yaa dibuat kan karena ada pelanggaran. Coba kalo ga ada yang ngelanggar? Kan ga bakal ada tuh aturan! Jadi bertrimakasihlah kalian wahai orang-orang taat aturan! Karena tanpa para pelanggar maka kalian tak akan pernah bisa menjadi orang yang taat.


Karena di Kampus satu ga ada dosen, jadi jam 11 aku kembali ke rumah. Mau memenuhi panggilan alam. Tau nihh..padahal udah dua hari puasa dan makan malem juga dikit, tapi kok perut rasanya penuh banget.Sekitar jam 12an aku diajak BBQan sama mamaku. kalo dalam bahasa Inggris BBQ=Barbecue-an, tapi dalam bahasa sasak BBQ= Beberuqan. Heheheuuu #bagi yang ga paham hubungi orang sasak#

Jam 1 balik lagi ke kampus. Ini matkul yang paling aku tunggu, IT.Pas masuk Labkom, aku berasa DeJavu dengan Labkom Sekolahku dulu. Aura semerbak kaos kaki menyerbu hidung mancungku ini.aku langsung pasang kuda-kuda. Pake masker dari jilbabku yang menjuntai panjang.Alhamdulillah guys, aku berhasil keluar ruangan itu dengan selamat.

Jam 3, aku pergi ke pantai Batu Layar. Sampai di Batu Layar, langsung nyari PEWE ( Posisi Wenak ) yang deket ombak. Untung ombaknya kalo siang - sore ga begitu besar.Aduhhhhh rasanya tenangnyaaa, ashooyyy, mantaplah pokoknya!
Menjelang sunset. Seorang anak kecil kira-kira berusia 3 tahun mendekatiku. Dia anak asli pantai ini. Aku mengajaknya berbincang-bincang. Seorang nenek mendekati anak tersebut yang ternyata dia adalah nenek dari anak tersebut. Kami lama berbincang-bincang sampai tak terasa sudah jam 6.

Matahari sudah tenggelam sepenuhnya. Hanya menyisakan semburat jingga di cakrawala dan dengungan cerita sedih sang Nenek. Walking Home CryingWalking Home CryingWalking Home Crying

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas komentar anda. :)